You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
UPT Hiperkes dan KK menggelar FGD perkuat sinergi K3
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Perkuat Sinergi K3 Menuju Lingkungan Kerja Zero Accident

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta melalui UPT Pusat Higiene Perusahaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes dan KK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Sinergi Kebijakan Pemerintah dan Perusahaan untuk Menciptakan Lingkungan Kerja yang Selamat dan Sehat’, Kamis (30/10).

"memperkuat sinergi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor,"

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menguatkan upaya penerapan K3 secara menyeluruh di lingkungan kerja, terutama di wilayah DKI Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional.

Hadir sebagai narasumber yaitu, Direktur Bina Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan, Muchamad Yusuf, dan perwakilan dari PT Perusahaan Gas Negara, Lintong Silalahi. Mereka memberikan materi terkait sinergi kebijakan pemerintah dan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang selamat dan sehat.

Pusat Hiperkes dan KK DKI Jakarta Teregistrasi Sebagai Laboratorium Lingkungan

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pilar utama pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan.

“Dalam konteks Provinsi DKI Jakarta, yang merupakan pusat kegiatan ekonomi nasional, isu K3 memiliki posisi yang sangat strategis,” ujar Syaripudin, di Kantor UPT Pusat Hiperkes dan KK, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Syaripudin menyampaikan, data Kementerian Ketenagakerjaan bahwa pada tahun 2024 terdapat lebih dari 462.000 kasus kecelakaan kerja di Indonesia. DKI Jakarta menempati posisi yang cukup tinggi dengan 23.399 kasus tercatat melalui BPJS Ketenagakerjaan. Jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja formal di Jakarta sekitar 3,19 juta orang, maka rasio kecelakaan kerja mencapai 733 kasus per 100.000 pekerja per tahun.

Ia menjelaskan, angka tersebut menunjukkan masih besarnya pekerjaan yang harus dilakukan bersama dalam peningkatan kepatuhan penerapan K3, pengawasan tempat kerja, hingga perbaikan budaya kerja yang aman dan sehat.

“Diharapkan FGD tidak hanya menjadi ruang diskusi, namun juga menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat sinergi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor,” katanya.

Pada kesempatan itu, Syaripudin memaparkan lima fokus penguatan K3 yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu, penguatan implementasi K3 di semua sektor usaha, terutama konstruksi, transportasi, logistik, dan pelayanan publik. Kemudian, integrasi kebijakan pemerintah daerah dengan program pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja di perusahaan.

Selanjutnya, pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan, pemantauan, dan edukasi K3; peningkatan kapasitas SDM K3 di pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, serta pengembangan ekosistem kolaboratif antara Pemprov DKI Jakarta, lembaga pendidikan, asosiasi profesi, dan industri.

“Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga awal dari langkah nyata menuju zero accident dan peningkatan kesejahteraan pekerja,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye2048 personDessy Suciati
  2. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1918 personNurito
  3. Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

    access_time20-05-2026 remove_red_eye1646 personDessy Suciati
  4. Pemkot Jakbar Gelar Kerja Bakti Serentak di 56 Kelurahan

    access_time17-05-2026 remove_red_eye1361 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Sudin LH Jaksel Buat 345 Lubang Biopori Jumbo dan 40 Teba Modern

    access_time21-05-2026 remove_red_eye1227 personTiyo Surya Sakti